Sabtu, 27 Desember 2014

NUSANTARA INDONESIA
Saya akan membahas lagu nusantara beserta rincian nya yang lengkap.
Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.
Lagu daerah nusantara yang ada dindonesia

1)                       O ina ni keke
  Lirik   Lagu  O Ina Ni Keke
           oleh: Sulawesi Utara/Minahasa

Sulawesi Utara/Minahasa

o ina ni keke, mangewi sako
mangewa ki wenang, tumeles baleko
o ina ni keke, mangewi sako
mangewa ki wenang, tumeles baleko

we ane, we ane, we ane toyo
daimo siapa kotare makiwe
we ane, we ane, we ane toyo
daimo siapa kotare makiwe
                      
*       Lagu daerah ini pencipta nya tidak ada atau no name karna lagu daerah ini masyarakat minahasa yang membuatnya. Jadi tidak disebut 1 persatu namanya.

*  terjemahan lagu O ina ni keke
Arti Lagu: O Ina Ni Keke

Teks
Arti
O Ina Ni Keke
O Ibu dari Keke ( Keke adalah nama panggilan untuk anak perempuan)
Mange Wisa Ko
Mau pergi ke mana kau
Mange wi ti Wenang
Mau ke Manado
Tu meles Walekow
Mau membeli “walekow”
Ref:
Wehane, wehane, wehane toyo
Berilah, berilah, berilah sedikit
Zeimo siapa
Sudah tidak ada
Ko tare mahaley
Kau baru meminta

Keterangan:
1.      Lagu ini merupakan semacam dialog antara dua orang, yaitu seorang ibu dengan seorang lain yang sudah dikenalnya. Dialog ini tampaknya terjadi  “di tengah “ jalan. Kedekatan si Ibu dan  partner dialognya tampak pada jawaban yang jujur dan “to the point” yang diberikan oleh si Ibu ketika ditanya “mau ke mana?”. Dalam masyarakat Tombulu, pertanyaan  “mau ke mana” adalah pertanyaan yang umum dan bisa diajukan kepada siapa saja tanpa melihat kedekatan hubungan atau sekedar pertanyaan “basa-basi”. Yang menentukan kualitas hubungan mereka adalah jawaban yang diberikan . Jika yang ditanya merasa bahwa itu hanya pertanyaan “basa-basi” maka dia hanya akan menjawab: “mange witi’i” (“mau pergi ke sana”, sambil yang bersangkutan mengarahkan tangannya ke depan atau bahkan menjawab “mange ti anu”/mau pergi ke suatu  tempat). Jawaban yang sedemikian tidak akan membuat si penanya tersinggung kecuali kalau si penanya itu sendiri merasa bahwa hubungan mereka cukup dekat. Biasanya dia akan meminta jawaban yang lebih spesifik. Pada dialog lagu O Ina Ni Keke, jelas sekali kalau si Ibu memberi jawaban yang jelas yaitu “Mau ke Manado”
2.      Teks lagu di atas mungkin merupakan versi  “yang salah” bagi mereka yang biasa melihat tulisan yang umumnya ada maupun mendengarkan lagu itu dalam berbagai rekaman. Akan tetapi, jika konsisten bahwa O Ina Ni Keke itu semuanya berdasarkan  pada bahasa Tombulu maka teks di atas sepertinya yang paling mendekati versi Tombulu yang sebenarnya. Pertama, ada yang menulis “mange ATI wenang” bukan “mange WITI wenang” kemungkinan terpengaruh dengan dialek Tonsea atau dialek suku lainnya di Minahasa mengingat Minahasa terdiri dari beberapa suku besar atara lain Tombulu, Tonsea, Tondano, dll yang memiliki bahasa yang berbeda. Demikian juga penggunaan  “Daimo siapa ko tare makiwe” bukan “Zeimo siapa ko tare mahaley” tidak lepas dari pengaruh bahasa bukan Tombulu.
3.      Kata yang cukup membingungkan sampai saat ini adalah “Walekow” (Versi Tonsea “Baleko”). Kata tersebut sulit untuk diterjemahkan dan masih simpang siur pemahamannya. Ada yang menggatakan “Walekow” berasal dari dua kata yaitu “wale” (rumah) dan “koki” (kecil). Terjemahan itu tentu tidak bisa diterima karena membeli rumah tidak mungkin ke Manado mengingat rumah  orang Tombulu justru terbuat dari kayu dan sebaliknya orang yang di Manado (kota) yang kadang pergi membeli rumah di desa (rumah panggung yang knock down). Selain itu, si ibu diminta untuk membagi “walekow” tersebut meski hanya sedikit. Kalau “walekow” itu rumah tentu tidak bisa dibagi dan tentu tidak habis secepatnya seperti yang disampaikan oleh Ibu dari Keke. Keke merupakan nama panggilan kesayangan untuk anak perempuan. Oleh karena itu, mungkin “walekow” adalah nama suatu benda khas kota yang sering dijadikan “oleh-oleh” atau sejenis makanan yang agak sulit didapatkan di luar kota Manado.
4.      “Keanehan” yang lebih mendasar pada lagu O Ina Ni Keke justru terletak pada kurun waktu peristiwa itu terjadi. Dialog pertama (sebelum Ref) jelas menunjukkan bahwa Ibu dari Keke BELUM ke Manado (mange wisako=mau kemana). Akan tetapi pada dialog kedua (Ref), pasangan dialog dari si Ibu sudah meminta  apa yang sebelumnya baru akan dibeli si Ibu di Manado (wehane, wehane, wehane toyo = berilah, berilah, beri walau hanya sedikit; Zeimo siapa, ko tare mahaley = sudah tidak ada, baru kamu meminta). Mungkin pencipta lagu itu memang menyatukan dua peristiwa berbeda yaitu sebelum si Ibu berangkat ke Manado dan peristiwa setelah si ibu kembali dari Manado. Kemungkinan lain, terjadi perubahan pada teks itu setelah lama lagu itu diciptakan yang mana “bentuk lampau” (past tense) pada dialog pertama telah diubah menjadi “bentuk sekarang” (present tense). Jika terjadi demikian maka teks O Ina Ni Keke pada dialog pertama akan menjadi: O Ina Ni Keke, MANGEME wisako (O ibu dari Keke, baru darimana kau); MANGEME ti wenang (baru saja pergi ke Manado): TIMELESE walekow (telah membeli walekow). Mana yang benar, apa masih ada yang peduli??
Not lagu o ina ni keke
o-ina-ni-keke_klik-di-sini.gif

2)      Apuse
Lirik lagu apuse daerah papua
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar


Terjemahan
akek/nenek ku mau
pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan

Kakek/nenek aku mau
pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan

Kasihan aku, selamat jalan cucuku
Kasihan aku, selamat jalan cucuku


Not angka
not-angka-apuse.jpg

*pencipta lagu tersebut adalah masyarakt papua tapi banyak yang mempopulerkan
Jadi lagu daerah tidak ada penciptanya


3)      Ampar ampar pisang
Lirik lagu ampar ampar pisang/kalimatan selatan
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Mangga lepak mangga lepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan
Jari kaki sintak dahuluakan masak
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Mangga ricak mangga ricak
Patah kayu bengkok
Tanduk sapi tanduk sapi kulibir bawang
Nang mana batis kutung dikitip bidawang
Not angka
ampar2_pisang.png
4)  PADANG bULAN – Jawa Tengah
Sebuah lagu yang menggambarkan dolanan anak-anak di Jawa yang bergembira kerta raharja bermain di bawah sinar purnama. Lirik lagu ini menggambarkan hal ini,
Yo pra kanca dolanan ing jaba, Padhang wulan padhange kaya rina
Rembulane e sing awe awe, Ngilangake aja padha turu sorehttp://qmuse.files.wordpress.com/2008/06/moon.jpg?w=460
Yo pra kanca dolanan ing jaba, Rame-rame kene akeh kancane
Langite pancen sumebyar rina, Yo padha dolanan sinambi guyonan
Dengan terjemahan langsung kira-kira,
Ayo teman-teman bermain di luar rumah,
Terang bulan terangnya seperti siang
Bulannya melambai-lambai memanggil,
mengingatkan agar jangan tidur karena masih sore
Ayo teman-teman bermain di luar rumah,
Ramai-ramai di sini banyak teman
Langitnya memang seperti siang,
Ayo bermain sambil bercanda tawa.

·         Not angka
download.jpg
5)  SARINANDE - Ambon
Lagu ini menggambarkan seorang anak gadis yang rajin dalam baktinya di rumah pada keluarga. Ia sedikit banyak menggambarkan keibaan akan seorang anak perempuan Sarinande yang matanya menangis, tapi bukan karena bersedih, tetapi oleh karena asap di tungku masak masuk ke matanya. Liriknya,
http://qmuse.files.wordpress.com/2008/06/dulcinea1.jpg?w=460
Sarinande, putri Sarinande, mangapa tangis, matamu bangkak?
Aduh mama, aduh lah papa, La asap api masuk di mata

*not angka
download (1).jpg


6)  DEK SANGKE - Sumatera Selatan
Secara liris merupakan sebuah lagu yang menunjukkan bentuk kekecewaan dalam relasi dengan orang lain dengan pesan moral bahwa tak selalu apa yang terlihat adalah apa yang menjadi kondisi aktual.
Dek sangke, aku dek sangke, awak tunak ngaku juare, http://qmuse.files.wordpress.com/2008/06/sangke.jpg?w=460
Alamat badan ‘kan sare akkhirnye masuk penjare.
Dek sangke, aku dek sangke, ujiku bujang tak batanye tua bangke, 
Anaknye ‘lah gadis gale.
Dek sangke, aku dek sangke, ujiku gadis tak batanye jende mude.
Anaknye ‘lah ade tige.
Dek sangke ture sangke,
cempedak babuah nangke…
Terjemahannya kira-kira,
Tak kusangka, tak disangka,
orang lemah mengaku hebat, akhirnya akan susah,
Tak kusangka, tak disangka, kukira bujang,
ternyata tua bangka, anaknya gadis semua,
Tak kusangka, tak disangka,
kukira gadis ternyata janda, anaknya ada tiga!
Tak kusangka, tak disangka,
cempedak berbuah nangka!
Not angka
NUSANTARA INDONESIA
Saya akan membahas lagu nusantara beserta rincian nya yang lengkap.
Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.
Lagu daerah nusantara yang ada dindonesia

1)                       O ina ni keke
  Lirik   Lagu  O Ina Ni Keke
           oleh: Sulawesi Utara/Minahasa

Sulawesi Utara/Minahasa

o ina ni keke, mangewi sako
mangewa ki wenang, tumeles baleko
o ina ni keke, mangewi sako
mangewa ki wenang, tumeles baleko

we ane, we ane, we ane toyo
daimo siapa kotare makiwe
we ane, we ane, we ane toyo
daimo siapa kotare makiwe
                      
*       Lagu daerah ini pencipta nya tidak ada atau no name karna lagu daerah ini masyarakat minahasa yang membuatnya. Jadi tidak disebut 1 persatu namanya.

*  terjemahan lagu O ina ni keke
Arti Lagu: O Ina Ni Keke

Teks
Arti
O Ina Ni Keke
O Ibu dari Keke ( Keke adalah nama panggilan untuk anak perempuan)
Mange Wisa Ko
Mau pergi ke mana kau
Mange wi ti Wenang
Mau ke Manado
Tu meles Walekow
Mau membeli “walekow”
Ref:
Wehane, wehane, wehane toyo
Berilah, berilah, berilah sedikit
Zeimo siapa
Sudah tidak ada
Ko tare mahaley
Kau baru meminta

Keterangan:
1.      Lagu ini merupakan semacam dialog antara dua orang, yaitu seorang ibu dengan seorang lain yang sudah dikenalnya. Dialog ini tampaknya terjadi  “di tengah “ jalan. Kedekatan si Ibu dan  partner dialognya tampak pada jawaban yang jujur dan “to the point” yang diberikan oleh si Ibu ketika ditanya “mau ke mana?”. Dalam masyarakat Tombulu, pertanyaan  “mau ke mana” adalah pertanyaan yang umum dan bisa diajukan kepada siapa saja tanpa melihat kedekatan hubungan atau sekedar pertanyaan “basa-basi”. Yang menentukan kualitas hubungan mereka adalah jawaban yang diberikan . Jika yang ditanya merasa bahwa itu hanya pertanyaan “basa-basi” maka dia hanya akan menjawab: “mange witi’i” (“mau pergi ke sana”, sambil yang bersangkutan mengarahkan tangannya ke depan atau bahkan menjawab “mange ti anu”/mau pergi ke suatu  tempat). Jawaban yang sedemikian tidak akan membuat si penanya tersinggung kecuali kalau si penanya itu sendiri merasa bahwa hubungan mereka cukup dekat. Biasanya dia akan meminta jawaban yang lebih spesifik. Pada dialog lagu O Ina Ni Keke, jelas sekali kalau si Ibu memberi jawaban yang jelas yaitu “Mau ke Manado”
2.      Teks lagu di atas mungkin merupakan versi  “yang salah” bagi mereka yang biasa melihat tulisan yang umumnya ada maupun mendengarkan lagu itu dalam berbagai rekaman. Akan tetapi, jika konsisten bahwa O Ina Ni Keke itu semuanya berdasarkan  pada bahasa Tombulu maka teks di atas sepertinya yang paling mendekati versi Tombulu yang sebenarnya. Pertama, ada yang menulis “mange ATI wenang” bukan “mange WITI wenang” kemungkinan terpengaruh dengan dialek Tonsea atau dialek suku lainnya di Minahasa mengingat Minahasa terdiri dari beberapa suku besar atara lain Tombulu, Tonsea, Tondano, dll yang memiliki bahasa yang berbeda. Demikian juga penggunaan  “Daimo siapa ko tare makiwe” bukan “Zeimo siapa ko tare mahaley” tidak lepas dari pengaruh bahasa bukan Tombulu.
3.      Kata yang cukup membingungkan sampai saat ini adalah “Walekow” (Versi Tonsea “Baleko”). Kata tersebut sulit untuk diterjemahkan dan masih simpang siur pemahamannya. Ada yang menggatakan “Walekow” berasal dari dua kata yaitu “wale” (rumah) dan “koki” (kecil). Terjemahan itu tentu tidak bisa diterima karena membeli rumah tidak mungkin ke Manado mengingat rumah  orang Tombulu justru terbuat dari kayu dan sebaliknya orang yang di Manado (kota) yang kadang pergi membeli rumah di desa (rumah panggung yang knock down). Selain itu, si ibu diminta untuk membagi “walekow” tersebut meski hanya sedikit. Kalau “walekow” itu rumah tentu tidak bisa dibagi dan tentu tidak habis secepatnya seperti yang disampaikan oleh Ibu dari Keke. Keke merupakan nama panggilan kesayangan untuk anak perempuan. Oleh karena itu, mungkin “walekow” adalah nama suatu benda khas kota yang sering dijadikan “oleh-oleh” atau sejenis makanan yang agak sulit didapatkan di luar kota Manado.
4.      “Keanehan” yang lebih mendasar pada lagu O Ina Ni Keke justru terletak pada kurun waktu peristiwa itu terjadi. Dialog pertama (sebelum Ref) jelas menunjukkan bahwa Ibu dari Keke BELUM ke Manado (mange wisako=mau kemana). Akan tetapi pada dialog kedua (Ref), pasangan dialog dari si Ibu sudah meminta  apa yang sebelumnya baru akan dibeli si Ibu di Manado (wehane, wehane, wehane toyo = berilah, berilah, beri walau hanya sedikit; Zeimo siapa, ko tare mahaley = sudah tidak ada, baru kamu meminta). Mungkin pencipta lagu itu memang menyatukan dua peristiwa berbeda yaitu sebelum si Ibu berangkat ke Manado dan peristiwa setelah si ibu kembali dari Manado. Kemungkinan lain, terjadi perubahan pada teks itu setelah lama lagu itu diciptakan yang mana “bentuk lampau” (past tense) pada dialog pertama telah diubah menjadi “bentuk sekarang” (present tense). Jika terjadi demikian maka teks O Ina Ni Keke pada dialog pertama akan menjadi: O Ina Ni Keke, MANGEME wisako (O ibu dari Keke, baru darimana kau); MANGEME ti wenang (baru saja pergi ke Manado): TIMELESE walekow (telah membeli walekow). Mana yang benar, apa masih ada yang peduli??
Not lagu o ina ni keke
o-ina-ni-keke_klik-di-sini.gif

2)      Apuse
Lirik lagu apuse daerah papua
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar


Terjemahan
akek/nenek ku mau
pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan

Kakek/nenek aku mau
pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri
Pegang saputangan dan melambaikan tangan

Kasihan aku, selamat jalan cucuku
Kasihan aku, selamat jalan cucuku


Not angka
not-angka-apuse.jpg

*pencipta lagu tersebut adalah masyarakt papua tapi banyak yang mempopulerkan
Jadi lagu daerah tidak ada penciptanya


3)      Ampar ampar pisang
Lirik lagu ampar ampar pisang/kalimatan selatan
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Mangga lepak mangga lepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan
Jari kaki sintak dahuluakan masak
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari
Mangga ricak mangga ricak
Patah kayu bengkok
Tanduk sapi tanduk sapi kulibir bawang
Nang mana batis kutung dikitip bidawang
Not angka
ampar2_pisang.png
4)  PADANG bULAN – Jawa Tengah
Sebuah lagu yang menggambarkan dolanan anak-anak di Jawa yang bergembira kerta raharja bermain di bawah sinar purnama. Lirik lagu ini menggambarkan hal ini,
Yo pra kanca dolanan ing jaba, Padhang wulan padhange kaya rina
Rembulane e sing awe awe, Ngilangake aja padha turu sorehttp://qmuse.files.wordpress.com/2008/06/moon.jpg?w=460
Yo pra kanca dolanan ing jaba, Rame-rame kene akeh kancane
Langite pancen sumebyar rina, Yo padha dolanan sinambi guyonan
Dengan terjemahan langsung kira-kira,
Ayo teman-teman bermain di luar rumah,
Terang bulan terangnya seperti siang
Bulannya melambai-lambai memanggil,
mengingatkan agar jangan tidur karena masih sore
Ayo teman-teman bermain di luar rumah,
Ramai-ramai di sini banyak teman
Langitnya memang seperti siang,
Ayo bermain sambil bercanda tawa.

·         Not angka
download.jpg
5)  SARINANDE - Ambon
Lagu ini menggambarkan seorang anak gadis yang rajin dalam baktinya di rumah pada keluarga. Ia sedikit banyak menggambarkan keibaan akan seorang anak perempuan Sarinande yang matanya menangis, tapi bukan karena bersedih, tetapi oleh karena asap di tungku masak masuk ke matanya. Liriknya,
http://qmuse.files.wordpress.com/2008/06/dulcinea1.jpg?w=460
Sarinande, putri Sarinande, mangapa tangis, matamu bangkak?
Aduh mama, aduh lah papa, La asap api masuk di mata

*not angka
download (1).jpg


6)  DEK SANGKE - Sumatera Selatan
Secara liris merupakan sebuah lagu yang menunjukkan bentuk kekecewaan dalam relasi dengan orang lain dengan pesan moral bahwa tak selalu apa yang terlihat adalah apa yang menjadi kondisi aktual.
Dek sangke, aku dek sangke, awak tunak ngaku juare, http://qmuse.files.wordpress.com/2008/06/sangke.jpg?w=460
Alamat badan ‘kan sare akkhirnye masuk penjare.
Dek sangke, aku dek sangke, ujiku bujang tak batanye tua bangke, 
Anaknye ‘lah gadis gale.
Dek sangke, aku dek sangke, ujiku gadis tak batanye jende mude.
Anaknye ‘lah ade tige.
Dek sangke ture sangke,
cempedak babuah nangke…
Terjemahannya kira-kira,
Tak kusangka, tak disangka,
orang lemah mengaku hebat, akhirnya akan susah,
Tak kusangka, tak disangka, kukira bujang,
ternyata tua bangka, anaknya gadis semua,
Tak kusangka, tak disangka,
kukira gadis ternyata janda, anaknya ada tiga!
Tak kusangka, tak disangka,
cempedak berbuah nangka!
Not angka
download (2).jpg

Dan demikian dari 6 daerah tersebut berserta isi” nya dan lagu lagunya
Terima kasih






Dan demikian dari 6 daerah tersebut berserta isi” nya dan lagu lagunya
Terima kasih






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instalasi Listrik Garansi (langsung ditempat) Sumatera Utara

Tukang Yang Handal dan berpengalaman 15 tahun Mengapa anda butuh Jasa Instalasi Listrik???? Pengalaman instalasi listrik yang saya miliki...